Bathsul Masail Qur’any : Mengupas Kontroversi Radikalisme Dalam Masyarakat

Brebes (14/12) – Ma’had Aly Al-Hikmah 2 akan menyelenggarakan konverensi Bathsul Masail Qur’any dengan konsep “Wasathiyah Dalam Al Qur’an”, bersama Dr. KH. Ahsin Sakho M., MA., Dr. KH. Abdul Moqsith Ghazali, Dr. TGB. M. Zainul Majdi, Lc., MA. Konverensi ini diselenggarakan mulai dari tanggal 15 sampai 17 Desember 2019, di Gedung Serbaguna Al-Hikmah 2.

 

Radikalisme dan faham padanannya seperti intoleransi, ekstrimisme dan liberalisme, akhir-akhir ini menjadi topik hangat dan pemberitaan yang begitu massif di berbagai media cetak, elektronik, maupun online. Tiga tindakan radikaisme adalah ujaran kebencian, jihad teroris, dan memengaruhi kaum muda atau kalangan milenial dengan paham-paham radikal.

 

Disisi lain agama memerintahkan umatnya untuk konsisiten dalam mengamalkan ajaran-ajarannya (Q.S. Hud : 112). Dengan adanya polemik tentang radikalisme maka perbedaan antara radikalisme dan konsistensi menjadi kabur.

 

 Umpamanya orang yang menjalankan sunnah Nabi yang jelas-jelas memang sunnah itu dianggap sebagai simbol-simbol radikalisme. Karena itu harus ada pedoman atau kaidah yang menjadi rujukan bersama diantara seluruh kelompok yang berbeda pandangan.

 

Untuk mencari titik temu mana yang dianggap istiqomah dan mana yang dianggap radikal. Maka poin-pon Bahtsul Masail ini akan mencari rujukan tentang kriteria radikalisme, istiqomah dan yang lain,  sehingga persoalan ini tidak kabur.

Dengan perumusan masalah sebagai berikut :

  1. Bagaimanakah batasan baku radikalisme?
  2. Mungkinkah pengertian radikalisme menjadi relative bergantung pada tempat dan waktu yang berbeda-beda?
  3. Apakah yang membedakan antara istiqomah dengan radikalisme?
  4. Apakah orang-orang yang kokoh dalam menjalankan sunnah dan tidak mau menjalankan yang makruh apalagi yang haram bisa digolongkan radikal?
  5. Bagaimana batasan baku liberalisme?

 

Permasalahan-permasalahan ini dirumuskan oleh Ma’had Aly takhassus Al Qur’an Waulumuhu se-Indonesia, Ma’had Aly Jawa Tengah, dan Jawa Barat serta Pondok Pesantren di sekitar Jawa Tengah, dengan total jumlah peserta kurang lebih 200 orang. (Putri/red)

© 2019 Ma'had Aly Al Hikmah 2