Ma'had Aly Al-Hikmah 2

SEJARAH MA'HAD ALY AL HIKMAH 2

1. Sejarah TQK (Takhassus Qira’atul Kutub)

     Sejarah Ma’had ‘Aly Al Hikmah 2 berawal ketika K.H Masruri Abdul Mughni selaku Pengasuh PP Al Hikmah menjadi santri PP Tambak Beras Jombang Jawa Timur tahun 1960 mendapati K.H Wahab Hasbullah merintis Pesantren Luhur atau Al Jami’ah bagi santri-santri senior untuk mendalami dan melengkapi ilmu keislaman dan ilmu-ilmu sosial sebagai bekal kader ulama dan pemimpin masa depan. Pada perintisan awal, dibangun kampus pertama menempati lokasi tepat di depan pintu gerbang Pondok Pesantren (sekarang menjadi MTs), namun dalam perjalanan selanjutnya, Pesantren Luhur Tambak Beras Jombang tidak lagi kelihatan berbarengan dengan ketidak stabilan bangsa Indonesia ketika itu. Sepulang dari PP Tambak Beras Jombang. K.H Masruri Abdul Mughni bersama ulama melanjutkan aktivitas pendidikan yang sudah ada sebelumnya yaitu Tahfidzul Qur’an dan bekerja keras merintis lembaga pendidikan formal, seper MTs (1987), madrasah diniyah awaliyah dan wustha(1965), madrasah mua’llimin dan muallimat addiniyah (1966), MA (1967), SMP (1978), SMA (1987), STM (1993), dan SMEA (1996). Dan ketika bersilaturrahim kepada K.H Abdul Jalil Mustaqim, Tulung Agung Jawa Timur (1984), KH. Masruri Abdul Mughni mendapat pesan untuk menampung para alumni PP. Salaf seperti Madrasah Muallimin Muallimat dan Madrasah Aliyah yang telah menguasai Kitab Turats (Kitab Kuning) pada sebuah lembaga pendidikan dan kajian yang dikelola secara profesional dengan sistem akademik atau Al Jami’ah. Demikian juga dipesankan oleh KH. Mahfudz Siddiq (Alm). Hal tersebut didasari oleh karena lemahnya lulusan sarjana Perguruan Tinggi Agama dibidang agama seperti membaca Kitab Turats atau literatur keislaman yang menjadi sumber pengetahuan agama Islam. Karena itu untuk merealisasikannya pada tahun 1984 didirikanlah TQK (takhasus qira’atul kutub), yang diketuai oleh seorang ‘Amid KH. Abdullah Adib Masruhan, Lc. Dan empat tahun kemudian, tepatnya tanggal 12 Maret 1988 TQK mulai beroperasi dan aktif mengadakan perkuliahan perdana.

2. Sejarah Ma’had Aly

       Sejarah Ma’had ‘Aly Perjalanan TQK, sepuluh tahun kemudian yaitu ketika Dirjend Binbaga Depag dipegang oleh Dr. Zamakhsari Dhofir dan dari RMI (Rabithah Ma’ahid Islamiyah) Dr. Ali Haidar bersama-sama pimpinan Pondok Pesantren pada awal tahun 1997 bersepakat mendirikan lembaga pendidikan dan kajian yang bersifat akademis dengan dukungan tenaga profesional bersama Ma’had ‘Aly atau Pesantren Luhur. Selanjutnya, TQK Al Hikmah mendapatkan respon positif sebagai salah satu bagian dari harapan ulama dan Binbaga Depag yang dikepalai oleh Dr. Zamakhsari Dhofir, seorang yang memiliki basic pesantren. Dan pada tanggal 21 Maret 1997, dengan restu para pengasuh dan pengurus PP Al Hikmah, TQK berubah istilah menjadi Ma’had ‘Aly yang diresmikan oleh salah satu ketua PP. RMI, Dr. KH. Noer Iskandar Al-Barsani dan sekaligus ditunjuk menjadi ‘Amid (Direktur) Ma’had ‘Aly Al Hikmah 2 yang pertama.

Kirim Pesan